Renungan Pendamba Kesuksesan Perkelincian


Dua hari Kobika melakukan penelitian dengan menggunakan sosial media maupun forum seputar pelaku dunia kelinci.
Mungkin Kobika mulai dengan kisah perkelincian dua tahun yang lalu. Waktu itu dunia kelinci sangat agitatif. Semuanya bergejolak seperti keadaan merapi dalam keadaan siaga. Benar-benar membuat dag dig dug. Sedikit saja salah bergerak bisa menaikkan statusnya menjadi waspada.
Namun dibalik status itu, malah tercipta suatu dunia yang sangat exciting. Bahkan para pembelipun merasakannya. Sehingga mereka antusias menanggapi semangat para hobiis dan peternak.
Entah kenapa, semua itu hilang begitu saja. Semua intrigue dan aksi-aksi spektakuler para pelaku kelinci seperti terpendam dalam debu vulkanik. Namun hanya terpendam tapi tidak diam.
Seumpama lava panas yg terus bergerak di dasarnya. Mematikan!
Mematikan untuk siapa? Kobika berpendapat, mematikan untuk semua. Mungkin para pelaku perkelincian yang senior merasakan perubahan yang cukup signifikan dari penjualan kelinci-kelincinya. Bukan mengarah ke positif namun cenderung ke arah negatif. Sangat disayangkan!
Ketika standar kelinci mulai menanjak. Gelombang ketertarikan sudah hilang. Momen itu terlewat begitu saja. Kini yang ada hanya keluhan-keluhan tanpa semangat dan inovasi. Tidak adanya gerakan seirama yang terlihat elegan oleh pemirsa. Gerakan-gerakan itu sangat mudah teralih oleh faktor-faktor ekonomi dan sosial.
Inovasi. Apakah itu kata yang tabu di dunia kelinci? Ketika seseorang melakukan suatu breakthrough atau gebrakan, hawa negatif langsung menerpa. Apakah memang dunia kelinci adalah dunia para konservatif?
Kembali ke awal artikel ini. Kobika berpendapat, ada kejenuhan yang akut di dunia kelinci sehingga suasana itu juga dirasakan para pembeli atau pemula. Gairah yang membuat seseorang untuk melimpahkan rasa sayangnya kepada kelinci sudah nyaris hilang. Aura negatif prasangka dan persaingan di kedalaman begitu besar sehingga menghempas perahu kreatifitas dan pembaharuan yang mungkin saja dapat membuka kembali lembaran baru yang lebih baik untuk perkelincian Indonesia.
Setidaknya itu pendapat Kobika dan terus berdoa dan berusaha mengembalikan kejayaan perkelincian Indonesia.
(AA)

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s