Pro Kontra Kelinci Import


Perkelincian Indonesia sempat mengalami pasang surut. Namun semua itu dihadapi oleh para peternak dengan gigih dan pantang menyerah.
Semakin lama konsumen semakin menuntut lebihj dari para peternak. Kemajuan era informasi membuat para konsumen tidak kehabisan akal untuk mencari informasi seputar standar kelinci.
Tuntutan ini membuat beberapa hobiis dan peternak memutuskan mengimport kelinci dari US yang menjadi kiblat perkelincian.
Masalah baru timbul, bagaimana dengan para peternak yang tidak mampu mengimport kelinci yang nilainya jutaan itu?
Kobika sempat chat dengan beberapa peternak yang khawatir dengan masuknya kelinci import yang tentunya kualitasnya sangat baik. Kekhawatiran menurunnya penjualan sampai berubahnya cara pandang penggemar kelinci sehingga hanya mau membeli peranakan kelinci import membuat Kobika terus mencari tahu dampak dari arus import ini.
Kobika memulai dengan mencari tahu harga-harga anakan kelinci import. Mungkin untuk para hobiis yang berkantung tebal dan sangat mengerti dan menginginkan kelinci kualitas tinggi, harga 1-2 juta tentunya tidak akan jadi masalah. Jumlah pembelinyapun tidak terlalu banyak. Kenapa Kobika berpatokan dengan anakan kelinci import dan bukan indukan yang diimport langsung? Karena hanya anakannya lah yang harganya “mendekati” kelinci lokal.
Bagaimana dengan kelinci lokal? Ternyata peminatnya masih cukup banyak. Melihat harga yang terjangkau, kualitas kelinci yang cukup baik, dan ketersediaan stok yang cukup variatif. Membuat para pembeli banyak yang setia pada kelinci lokal.
Selain itu, masih banyak hobiis kelinci musiman yang tentunya tidak rela mengeluarkan uang terlalu banyak untuk seekor kelinci.
Kobika mengambil kesimpulan bahwa pasar kelinci sama dengan pasar-pasar binatang lain. Yang hobiis tulen dan mumpuni akan membeli kelinci dengan kualitas tinggi. Sedangkan mayoritas konsumen yang kebanyakan hobiis musiman,tetap setia pada produk dalam negeri. Yang tentu saja, murah bukan berarti tidak bagus.Prestasi kelinci lokal cukup bagus dan tentu saja terus berharap dapat meningkat dan mengimbangi kelinci import.
(AA)

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s