Anorexia (kehilangan nafsu makan) pada kelinci


Anorexia / Pseudoanorexia

Anorexia adalah kehilangan nafsu makan. Pseudoanorexia, adalah binatang yang masih mempunyai nafsu makan, tetapi tidak bisa mengunyah atau menelan. Di antara jenis anorexia, penyakit gigi paling sering ditemui di kelinci.

Gejala dan Jenis

Ada beberapa gejala yang bisa dilihat ketika kelinci dicurigai tersereang anorexia atau psuedoanorexia, di antaranya:

  • Menolak makan
  • Kotoran yg kecil dan keras
  • kehilangan berat badan
  • Sakit ketika menelan (Dysphagia)
  • Sakit ketika makan (Odynophagia)
  • Bau mulut yang parah (halitosis)

Tanda-tanda lain bervariasi tergantung sebab dan kondisi kelinci. Contohnya, tanda-tanda rasa sakit adalah menggereyitkan gigi atau badan yang membungkuk mungkin disebabkan dari penyakit mulut, khususnya pseudoanorexia.

Penyebabnya

Ada beberapa penyebab anorexia dan pseudoanorexia. Anorexia bisa timbul karena:

  • Pencernaan yang luka
  • Sakit gigi
  • Metabolisme yang buruk (misalnya gagal ginjal)
  • Jantung
  • Infeksi
  • Penyakit pernapasan
  • Gangguan syaraf
  • Tumor
  • Keracunan
  • Perubahan lingkungan dan pola makan

Sebaliknya, pseudoanorexia disebabkan dari penyakit yang berhubungan dengan refleks menelan kelinci. Penyakit gigi seperti gingivitis, penyakit tenggorokan, kelainan rahang dan gigi adalah penyebab lain pseudoanorexia.

Ada beberapa faktor yang memicu berkembangnya anorexia or pseudoanorexia, termasuk pola makan yang kurang mengandung serat dan setelah melakukan operasi.

Diagnosis

Cara diagnosis bermacam-macam tergantung apa penyebab utama yang menyebabkan kelinci menolak makan.Cara-caranya bisa saja dengan pemeriksaan gigi,rontgen atau ultrasounds (untuk mendeteksi jantung atau sakit liver), dan tes urine.Tes-tes yang dilakukan tergantung gejala-gejala yang terlihat dan dugaan penyebab dari penyakit tersebut . Memeriksa sejarah tempat tinggal dan pola makannya juga penting, karena bisa saja itu yang menyebabkan penyakit anorexia.

Pengobatan

Anorexia dan pseudoanorexia bisa diatasi dengan menemukan penyebabnya. Apapun penyebabnya, Sangat penting bagi kelinci untuk makan lagi secepatnya. Kebanyakan kelinci yang tidak makan lagi seperti biasanya akan menderita dehidrasi dan memerlukan pasokan cairan electrolit dan obat.

Selain itu, symptomatic therapy (pengobatan dari gejala yang berhubungan dengan anorexia) bisa juga mengurangi faktor stres yang disebabkan dari lingkungan dan merubah pola makannya.

Pola hidup dan Manajemen

Berat badan kelinci, hydration status, kebiasaan makan, kotoran perlu di awasi setiap hari. pemilik haris waspada terhadap akibat yang disebabkan penyakit ini, seperti malnutrition.

Jika perlu mengkonsumsi obat, maka perlu dijadwalkan. selain itu pengobatan lain juga bisa dilakukan tergantung penyebab dari ketidak teraturan pola makan tersebutIf .

Pencegahan

Ada banyak penyebab anorexia or pseudoanorexia pada kelinci, sangat sulit menjelaskan apa saja pencegahan yang dapat dilakukan. Namun, efek psikologis yang dapat menyebabkan anorexia dapat dicegah dengan meletakkan kelinci di tempat yang nyaman, diberikan makanan dan minuman yang bersih, serta kandang yang bersih pula.

Dikutip dari: http://www.petmd.com/rabbit/conditions/mouth/c_rb_anorexia

Malnutrition
Malnutrition

Anorexia / Pseudoanorexia

Anorexia is a loss of appetite. Pseudoanorexia, on the other hand, refers to animals that still have an appetite, but are unable to eat because they cannot chew or swallow food. Among this type of anorexia, dental disease is one of the most common causes in rabbits.

Symptoms and Types

There are various symptoms to look out for when you suspect anorexia or psuedoanorexia in your rabbit; among these:

  • Refusal to eat
  • Fecal pellets that are small in size or amount
  • Weight loss
  • Pain while swallowing (Dysphagia)
  • Pain while eating (Odynophagia)
  • Chronic bad breath (halitosis)

Additional clinical signs will vary depending on the underlying cause of the condition. For example, signs of pain such as teeth grinding or a hunched posture may point to oral disease — one particular cause of pseudoanorexia.

Causes

There are many causes that can lead to anorexia or pseudoanorexia. Anorexia may occur due to:

  • Stomach ulcers
  • Dental diseases
  • A metabolic disorder (e.g., kidney failure)
  • Cardiac failure
  • Infectious disease
  • Respiratory disease
  • Neurological disease
  • Tumor growth
  • Poisoning
  • Environmental or dietary changes

Conversely, pseudoanorexia may result from any disease that interferes with the rabbit’s swallowing reflex. Dental diseases such as gingivitis, diseases of the esophagus, and disorders affecting the jaws or teeth are other causes for pseudoanorexia.

There are also a number of risk factors that may contribute to the development of anorexia or pseudoanorexia, including diets with an inadequate amount of long-stem hay and immediately following a surgical procedure.

Diagnosis

Diagnostic procedures vary depending upon which underlying condition is causing the animal’s refusal to eat. Some possible procedures may include a dental exam, X-rays or ultrasounds (to rule out cardiac or lung disease), and urine analysis. The tests performed will depend on the symptoms observed and the suspected cause of disease. Examining the history of the animal’s environment and diet is also important, as it may reveal any changes that lead to psychological anorexia.

Treatment

Anorexia and pseudoanorexia need to be addressed by treating the underlying cause of the condition. No matter what the cause, it is important the rabbit begins eating again as soon as possible. Most rabbits that haven’t been eating regularly suffer from some degree of dehydration and may require the administration of electrolyte-filled fluids. Some medications may also be helpful.

On the other hand, symptomatic therapy (treatment of anorexia-related symptoms) may entail the reduction of environmental stressors and a change in the rabbit’s diet to encourage eating.

Living and Management

The patient’s body weight, hydration status, eating habits, and production of fecal pellets should all be monitored regularly. Owners should also be aware of possible complications that may develop, such as malnutrition.

If any medications are prescribed, they should be administered regularly. While any further post-treatment care will depends on the cause of the disorder.

Prevention

As there are many causes leading to anorexia or pseudoanorexia in rabbits, it is difficult to suggest any specific methods of prevention. However, psychological causes of anorexia (a lack of appetite) may be prevented by making sure the rabbit is not put in any stressful environments, and that it receives a tempting, healthy diet and a clean cage.

taken from: Dikutip dari: http://www.petmd.com/rabbit/conditions/mouth/c_rb_anorexia

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s