Antibiotik modern atau pengobatan tradisional?


KUBIKA ngobrol dengan mas Dodi dari Kabar Kelinci Indonesia mengenai pro kontra pemakaian antibiotik modern pada kelinci

KUBIKA: lebih baik mana, obat tradisional apa antibiotik buat kelinci

Dodi KKI:tradisional yang dimaksud?

KUBIKA: seperti ketika mencret diberikan daun pisang atau daun nangka dilayukan

atau ketika pilek diberikan buah-buahan

Dodi KKI: ada antibiotik alamiah, ada antibiotik-modern.

KUBIKA: kalo dimanusia kan antibiotik sekarang tidak terlalu disarankan bagaimana dikelinci?

Dodi KKI:antibiotik modern itu sangat beresiko pada kelinci. Misalnya jenis metronidazol atau enrofloxacin yang mendapat lisensi kedokteran saja masih banyak masalah. Jadi kalau pertanyaannya disarankan atau tidak, tentu sangat tidak disarankan.

antibiotik bisa mengakibatkan banyak gangguan terutama pada flora usus, tulang, gigi, dll.

pemakaian antibiotik sebenarnya juga sulit

KUBIKA: jadi itu ya mas penyebab kenapa kelinci sering sakit, padahal sudah di treat dgn baik?

Dodi KKI:sebab untuk mendeteksi penyakit mesti masuk laboratorium. kalau harus sesuai prosedur medis tentu sangat repot bagi peternak. kalau tiap sakit ke dokter hewan boros dan tidak akan mandiri. antibiotik-modern itu banyak menyebabkan kekebalan reaksi obat setelah pernah diberi antibiotik.

usahakan kita menghindari penyakit dan kalau mau pengobatan pakai tanaman obat.

sayangnya yang diketahui peternak baru daun pisang dan jambu kluthuk.

padahal banyak rumput/gulma dan lain-lain yg efektif untuk melawan berbagai penyakit kelinci. Jahe merah, lidah buaya, kencur, dandelion, daun sembung, akar pepaya dll….luar biasa.

KUBIKA: jadi, treatmennya hampir sama dgn manusia ya mas? dan berarti benar antibiotik menyebabkan kekebalan sehingga jika penyakit berulang perlu obat dgn dosis yg lebih tinggi?

Dodi KKI: kalau dengan dosis tinggi melebihi batas ya beresiko juga dong.

KUBIKA: iya. rekan2 saya banyak yg mengeluh. kelincinya selalu kena penyakit yang berulang

dan susah sembuh

sedangkan dosis yg berani dia pakai sesuai petunjuk saja

Dodi KKI: ya itulah. Mungkin disebabkan penggunaan antibiotik yg tidak tepat atau over dulunya. Pakai standar saja bisa menjadikan kelinci kebal obat, apalagi kalau salah/over.

KUBIKA: bagaimana dengan multivitamin mas?apakah sama halnya dengan antibiotik?

Dodi KKI: ya beda.

KUBIKA: jadi pemberian rutin tidak masalah ya mas?tidak menimbulkan kekebalan

Dodi KKI: multivitamin pada prinsipnya tidak masalah. Tetapi kalau tidak sesuai dengan pemenuhan kebutuhan kelinci ya tidak berfungsi, kalau kelebihan, misal dosis kalsium tinggi bisa bermasalah juga. Jadi bermasalah atau tidaknya itu bukan pada multivitamin, tetapi kandungan dan pemberian.

KUBIKA: ok.terima kasih banyak mas atas infonya

Hobiis juga bisa merujuk ke Kabar Kelinci Indonesia: http://kelinci.wordpress.com

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s