Pupuk dari Kencing Kelinci, Cara Pembuatannya…


Apa sih yang gratis di dunia ini, dan apa sih yang tidak mahal di Indonesia ini? Semua bayar. Bahkan, untuk buang hajat aja kita juga mesti bayar. Karena di dunia ini tidak ada yang gratis, dan di Indonesia semua mahal, makanya petani Indonesia banyak yang tidak mampu membeli kebutuhan untuk bercocok tanam. Harga pupuk sekarang lebih mahal dari harga beras. Boro-boro beli pupuk, beli beras aja susah.
Sekarang, ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang. Untuk membantu para petani kelinci rela berbaik hati. Kelinci si binatang ini mau memberikan urine secara gratis. Untuk apa? Ya… untuk membantu para petani menyediakan pupuk bagi tanamannya. Karena urine atau kencing kelinci ternyata berpotensi dijadikan sebagai penambah unsur hara bagi tanaman.

Bagaimana cara membuatnya? Baca beberapa artikel di bawah ini dengan betul-betul. Biar tidak salah buat.


Cara yang pertama

Cara ini dilakukan oleh BP3K Bansari

Bahan yang digunakan yaitu: Urin Kelinci: 100 liter, Laos/Lengkuas : 5 kg, Temu ireng : 5 kg, Jahe : 5 kg, Kencur : 5 kg, Kunyit : 5 kg, Daun Sambiloto/Mimbo : 5 kg, EM4 : 200 – 400 cc, Mikroba Probiotik : 300 cc, Limbah ikan keringTerasi : 2 kg, Tetes tebu : 2 liter

Alat-alat yang dibutuhkan antara lain: pisau, alu dan lumpang, penggiling daging, drum plastik

Cara Membuatnya

Semua empon-empon diiris-iris pakai pisau kemudian ditumbuk bersamaan dengan daun sambiloto/mimbo. Sesudah ditumbuk kemudian digiling. Masukan urin kelinci dalam drum yang sudah disiapkan. Masukan semua empon-empon, tetes, EM4, limbah ikan/terasi dan mikroba probiotik (Azotobacter). Aduk sampai rata kira-kira ½ jam. Tutup drum dan diamkan. Letakan drum di tempat yang terlindung dari sinar matahari dan curah air hujan langsung. Setiap hari aduk dua kali dan tutup kembali. Dalam waktu sekitar 1 bulan, campuran air kencing kelinci sudah jadi dan dapat digunakan untuk pupuk organik cair.

Cara Penggunaan

250 ml pupuk organik cair urien kelinci plus dicampur dengan 14 liter air bersih, dan semprotkan pada seluruh bagian tanaman.
Cara yang kedua

Cara ini dilakukan oleh drh Sovia Hariani dari Poskeswan Tarusan, Sumatera Barat

Caranya yaitu 5 liter air kencing kelinci ditambahkan dengan 45 liter air. Tambahkan terasi 5 kg kemudian diaduk. Tambahkan 10 butir telur itik kemudian diaduk. Tambahkan 1 buah GA. Tambahkan 200 liter air. Tutup rapat selama 2 hari

Sebelum digunakan cairkan 1 liter menjadi 4 – 5 liter

(siramkan ke tanah)


Cara yang ketiga

Cara dari moechah.wordpress.com

Berikut ini langkah-langkah pembuatan pupuk cair dengan bantuan kotoran kelinci:

Siapkan wadah dengan kedalaman 10 cm. Masukkan serbuk gergaji (serbuk pohon kelapa) secukupnya ke dalam wadah. Lalu kelinci dimasukkan ke dalam wadah itu. Supaya kelinci tidak keluar wadah itu diletakkan di tempat yang tinggi. Kotoran dan kencing kelinci akan langsung bercampur dengan serbuk gergaji.

Biasanya setelah 3-4 hari, jika tumbuh jamur di serbuk gergaji, berarti serbuk gergaji sudah jenuh dengan kotoran. Jamur yang tumbuh itu untuk makanan bakteri.

Selanjutnya, serbuk gergaji dipindahkan ke ember dan masukkan air panas sampai seluruh serbuk gergaji terendam. Biarkan campuran basah itu selama dua malam.

Setelah itu bahan serbuk gergaji disaring. Cairan hasil saringan agar terfermentasi diaduk-aduk agar semua bagian mendapatkan udara (teraerasi). Jika timbul bintik-bintik putih (jamur), air hasil saringan harus diaduk lagi.

Munculnya bintik-bintik putih menjadi petanda senyawa organik dalam cairan belum terurai. Ulangi lagi pengadukan sampai bintik putih menghilang selama kurang lebih 21 hari.

Setelah stabil, cairan itu menjadi pupuk cair organik yang bisa bertahan lama karena mengandung bakteri yang mempunyai sistem pertahanan diri.

Pupuk cair bisa disemprotkan pada daun untuk mempercepat proses asimilasi daun atau disemprotkan pada tanah. Komposisi penggunaannya yaitu empat mililiter pupuk cair dicampur dengan satu liter air.

Ampas sisa penyaringan dapat digunakan sebagai media hidup cacing tanah. Setelah ampas itu akan dimakan cacing, hasilnya adalah kascing (kotoran cacing) yang berupa tanah. Tanah kotoran cacing itu bisa dimanfaatkan sebagai media pembibitan dalam wadah gelas bekas air dalam kemasan atau wadah lainnya.


Cara Keempat

Cara dari caffedesa.blogspot.com

Bahan:

Urine Kelinci sebanyak 10 liter. Starter bakteri EM4 sebanyak 0,5 % /liter urine (5 ml/liter urine) Jadi untuk 10 Liter liter urine anda harus menyediakan sebanyak 10 X 5 ml larutan EM4 = 50 ml EM4 (Larutan EM4 dapat dibeli di Kios Penjual sarana Pertanian). Larutan gula pekat sebanyak 1 %/liter urine (10 ml/liter urine), jadi untuk bahan urine sebanyak 10 liter anda harus menyediakan 10 X 10 ml = 100 ml larutan gula pekat. Anda bisa menggantikan larutan gula pekat dengan molase (dosis sama).

Peralatan:

Ember plastik bertutup atau bisa diganti dengan jirigen plastik, gelas ukur, alat pengaduk

Cara pembuatan:

  1. Masukkan 1 Sendok makan gula pasir kedalam gelas berisi sedikit air dan diaduk. Jika gula masih terlarut kita tambahkan lagi sambil terus diaduk, hingga diperoleh larutan air gula yang pekat.
  2. Urine kelinci ditempatkan dalam ember plastik atau jirigen.
  3. Masukkan Starter bakteri EM4 sebanyak 50 ml ke dalam urine, dan aduk rata.
  4. Tambahkan larutan gula pekat sebanyak 100 ml sambil diaduk.
  5. Ember atau jirigen ditutup rapat dan dibiarkan selama 3 minggu agar terjadi proses fermentasi dan degredasi urine sehingga bau urine akan hilang.
  6. Setiap 1 minggu sekali Urine diaduk.
  7. Setelah 3 minggu Pupuk urine cair yang kaya akan unsur N,P,K ini siap untuk digunakan (ditandai dengan tidak adanya bau).

Cara Penggunaan:

Pupuk urine diencerkan dengan menambahkan air, perbandingan 1 bagian pupuk urine : 1 bagian air, kemudian semprotkan pada daun tanaman. Untuk tanaman hias pengenceran dapat dilakukan dengan perbandingan 1 bagian pupuk urine : 10 bagian air.

Diposkan oleh Ishak Regar di 10:44 Label:

sumber: http://www.agroorganik.co.cc/2009/08/pupuk-dari-kencing-kelinci-cara.html

About these ads

2 comments on “Pupuk dari Kencing Kelinci, Cara Pembuatannya…

  1. Wah, lumayan rumit juga yah untuk membuat pupuk dari bahan kencing kelinci ini. Tapi ini merupakan terobosan yang sangat bermanfaat tentunya bagi yg memiliki peternakan kelinci skala besar tentunya. Kalo penulis sih yang cuman punya beberapa ekor saja cuman ngumpulin kotoran sama kencingnya utk dijadikan pupuk kandang aja setelah didiamkan beberapa minggu.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s